Sabtu, 25 Oktober 2014

SISTEM SARAF PADA MANUSIA



Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menanggpi rangsang baik dari luar maupun dalam tubuh. Kemanpuan tersebut dijalankankan oleh sistem saraf dalam tubuh. Berikut beberapa fungsi sistem saraf:
a.       Alat komunikasi (penghubung tubuh dengan lingungan diluar tubuh melalui alat indra).
b.      Pengatur dan pengendali (mengatur dan mengendalikan organ tubuh sehingga  dapat bekerja sesuai fungsinya).
c.       Pusat kesadaran kemauan dan pikiran.
Sistem saraf tersusun dari sel-sel saraf (neuron) yang berfungsi menghantarkan impuls istrik dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Neuron memiliki bagian bagian sebagai berikut:
a.       Dendrit, berfungsi menghantarkan implus ke badan sel.
b.      Badan sel, terdiri atas nukleus dan sitoplasma. Dalam sitoplasam terdapat organel seperti mitokondria, badan golgi, lisosom, dan badan niesel. Badan niesel ini berfungsi menerima dan meneruskan impuls dari dendrit ke akson(neurit).
c.       Akson (neurit), merupakan serabut sel saraf berupa tonjolan sitoplasma yang panjang dan berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel ke sel saraf lain atau menuju jaringan lainnya.

Kesimpulan:
Perjalanan impuls= dendrit >> badan sel  >> akson >> dendrit  sel saraf lain >> ...
bagian-bagian neuron
dari: 

Jumat, 10 Oktober 2014

MACAM-MACAM MAJAS/GAYA BAHASA



Majas/gaya bahasa adalah ungkapan bahasa yang indah, karena didalamnya mengandung ungkapan/peribahasa.
Misal:

1)      Majas personifikasi
Majas personifikasi yaitu majas/ungkapan yang memberi sifat hidup pada benda-benda mati sehingga dapat bergerak atau berbuat seperti manusia.
Contoh:
-          Biarkan pena saya menari-nari di atas kertas itu, tanda rindu padamu.
-          Burung nuri bersiul-siul di atas dahan.
-          Ombak dipantai berkejar-kejaran saling menyusul.
-          Daun nyiur melambai-lambai seolah menyampaikan salam.
-          Matahari tersenyum cerah menyambut pagi.
-          Rumput di taman bergoyang tertiup angin.
-          Awan itu menangis mengeluarkan air hujan.
-          Burung-burung bernyanyi ria menyamput minggu pagi.

Senin, 06 Oktober 2014

...

Al Habib Munzir al Musawa adalah murid Habib Umar bin Hafiz angkatan pertama dari Indonesia. Pada suatu hari dalam pengajian Habib Umar ,kala itu Habib Munzir tertidur saat pengajian.

Takut kalau dimarahi, teman di samping Habib Munzir berniat membangunkan Beliau, tapi dengan bijaknya Habib Umar melarang sambil berkata, " Biarkan dia tidur, dia sedang asyik bersama Rasulullah".... ..

Dari kisah nyata ini kita dapat menilai,betapa tingginya derajat Habib Munzir Al Musawa, dan juga betapa tingginya Kasyaf Habib Umar, sampai dalam mimpi murid beliau pun terlihat....

Bagi yg membaca tulisan ini, mohon bacakan Fatihah utk Habib Munzir al Musawa.

___________________
___________________

Fp Fans Habibana :

Pecinta Habib Munzir bin Fuad Al Musawa

silahkan yg mau share / Bagikan

Jumat, 03 Oktober 2014

Sifat Pencemburu Allah SWT Senin, 30 April 2012







di copas dari:


Ditulis Oleh: Munzir Almusawa
  
Friday, 11 May 2012


Sifat Pencemburu Allah SWT
Senin, 30 April 2012


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لَا أَحَدَ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ، وَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا، وَمَا بَطَنَ، وَلَا شَيْءَ، أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمَدْحُ، مِنْ اللَّهِ، وَلِذَلِكَ مَدَحَ نَفْسَهُ
(صحيح البخاري)Sabda Rasulullah SAW: “Tiada siapapun yang lebih pencemburu dari Allah, karena itulah Dia (SWT) melarang perbuatan dosa dan jahat, yang terang terangan atau yang tersembunyi, dan tiada siapapun yang lebih suka dipuji, selain Allah, oleh sebab itulah Dia (SWT) memuji Dzat-Nya (SWT) sendiri) (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha membuka rahasia kerajaan alam semesta dengan cahaya keindahaNnya, melimpahkan cahaya keluhuran, cahaya kemuliaan dan cahaya kasih sayangNya, dan kita sebagai manusia diberi kesempatan untuk melewati kehidupan yang sementara di dunia demi mencapai keridhaan Allah yang kekal dan abadi, untuk mencapai kebahagiaan yang kekal dan abadi. Allah subhanahu wata’ala menerangi jiwa hambaNya dengan iman, sehingga terang benderanglah jiwa itu sebab cahaya Allah, yang mana akan terlihatlah sifat-sifat kita yang hina yang kemudian kita siap untuk meninggalkannya, dengan cahaya tersebut terlihat dan terpisahlah antara sifat yang baik dan sifat yang buruk dalam hati kita hingga kita dapat membedakan dan dengan mudah untuk menjalankan perbuatan yang baik dan meninggalkan perbuatan yang hina. Namun ketika cahaya iman dalam hati seseorang semakin gelap, maka ia semakin tidak akan dapat membedakan antara hal yang baik dan yang buruk, sebaliknya semakin terang cahaya iman di hati seseorang maka ia akan semakin mampu membedakan antara perbuatan yang diridhai Allah subahanahu wata’ala dan perbuatan buruk yang dimurkai oleh Allah. Hal ini akan terlihat dan tampak dengan cahaya iman. Allah subhanahu wata’ala berfirman :

Ceramah Al habib Ahmad bin Novel Bin Salim bin Jindan Di Masjid Al Munawar – Pancoran Senin, 20 Januari 2014



dicopas dari:


Ditulis Oleh: admin
  
Monday, 20 January 2014


Ceramah Al habib Ahmad bin Novel Bin Salim bin Jindan
Di Masjid Al Munawar – Pancoran
Senin, 20 Januari 2014


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله محمد ابن عبد الله وعلى آله وصحبه ومن واله أما بعد ألحمد لله
Para habaib, para kiyai, para asatidzah, hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah SWT…
Barusan kita mendengarkan dari awal, pertama-tama qosidah yang dilantuntan oleh tetamu kita yang datang dari kota Tarim As-Syeikh Ali bin Abi Bakar Bafadlol, kalo malam selasa yang lalu kita kedatangan Syeikh Umar bin husain Al Khatib, beliau adalah seperti yang saya katakan kemarin Syeikh Umar bin Husain Al Khatib adalah ketua Majelisul ifta’ di Daril Mustafa, kalo ini Syeikh Ali bin Abi Bakar Bafadlol adalah salah satu anggota Majlisul ifta’ di Darul Mustafa, alhamdulillah kita kedatangan tamu yang mulia disisi Allah SWT. Al Habib Abdullah bin Husain Balfaqih ketika membanggakan para Aulia yang ada dikota Tarim dari keluarga Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wassalam dan menyebutkan tentang sifat mereka dan mengatakan :
لقد فاتني من خيار الناس كم رجل # ما فارق الذكر طول العمر و الكتبا
بكاء ليلته سجاد خلوته # من خوف مالكه يستعذب التعبا
Habib Abdullah bin Husen balfaqih bilang “Berapa banyak aku telah ditinggal pergi oleh para Aulia wasSholihi, meninggal dunia menghadap kepada Allah SWT yang mana sifat mereka, seumur hidup mereka, tidak pernah berpisah daripada Al-Qur’an dan membaca kitab-kitab yang mendekatkan mereka kepada Allah SWT, sifat mereka para Aulia Allah بكاء ليلته.. malam hari mereka adalah malam yang penuh tangisan kepada Allah SWT, سجاد خلوته selalu sujud didalam kesendirian mereka dengan Allah SWT, من خوف مالكه يستعظب التعبه mereka lakukan itu semua tiada lain karena dorongan rasa takut dan harapan mereka kepada Allah SWT. Kemudian beliau sebutkan sifat-sifat mulia dari mereka, terakhir diakhir daripada qosidah tersebut beliau katakan