Sabtu, 03 Januari 2015

SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA DAN PENYAKITNYA

http://wandylee.files.wordpress.com/2012/03/cerna.gif
from: http://wandylee.wordpress.com/2012/03/14/pencernaan-manusia/



 

Proses Pencernaan Manusia

1.   Mulut

Pencernaan mekanik adalah proses memecah makanan secara fisik mejadi bagian-bagian yang lebih kecil. Hasil proses pencernaan secara mekanik akan dilanjutkan dengan pencernaan kimiawi.  Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan susunan molekul makanan dengan bantuan kerja enzim. Zat makanan yang mengalami pencernaan kimiawi di mulut adalah zat tepung  (amilum). Enzim yang bekerja memecah molekul zat tepung disebut enzim amilase. Enzim amilase mengubah amilum menjadi zat gula yang disebut maltosa.



2.   Faring, Esofagus

Otot-otot polos dinding esofagus mendorong makanan menuju lambung dengan gerakan meremas yang disebut dengan gerakan peristaltik. Antara faring dan esofagus terdapat daerah pertemuan antara saluran pernapasan dan saluran makanan. Untuk mencegah supaya makanan tidak masuk ke dalam saluran pernapasan, pada pangkal faring terdapat lapisan penutup yang disebut apiglotis.

Sabtu, 25 Oktober 2014

SISTEM SARAF PADA MANUSIA



Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menanggpi rangsang baik dari luar maupun dalam tubuh. Kemanpuan tersebut dijalankankan oleh sistem saraf dalam tubuh. Berikut beberapa fungsi sistem saraf:
a.       Alat komunikasi (penghubung tubuh dengan lingungan diluar tubuh melalui alat indra).
b.      Pengatur dan pengendali (mengatur dan mengendalikan organ tubuh sehingga  dapat bekerja sesuai fungsinya).
c.       Pusat kesadaran kemauan dan pikiran.
Sistem saraf tersusun dari sel-sel saraf (neuron) yang berfungsi menghantarkan impuls istrik dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Neuron memiliki bagian bagian sebagai berikut:
a.       Dendrit, berfungsi menghantarkan implus ke badan sel.
b.      Badan sel, terdiri atas nukleus dan sitoplasma. Dalam sitoplasam terdapat organel seperti mitokondria, badan golgi, lisosom, dan badan niesel. Badan niesel ini berfungsi menerima dan meneruskan impuls dari dendrit ke akson(neurit).
c.       Akson (neurit), merupakan serabut sel saraf berupa tonjolan sitoplasma yang panjang dan berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel ke sel saraf lain atau menuju jaringan lainnya.

Kesimpulan:
Perjalanan impuls= dendrit >> badan sel  >> akson >> dendrit  sel saraf lain >> ...
bagian-bagian neuron
dari: 

Jumat, 19 September 2014

GANGGUAN PENYAKIT PADA GINJAL

cover ^^

     
     sebelumnya aku jelasin dulu ya.. :) ini sebenernya tugas biologi aku waktu kelas IX awal kemarin. daripada artikel ini numpuk"?" di library laptop mending aku share di blog :) entri ini di kutip dari berbagai sumber mulai dari wikipedia, blog, dan webside orang lain yang menjelaskan tentang penyakit ginjal. kalo di ms.word artikel ini ada sekitar 12 lembar untuk ukuran kertas A4, terdiri dari 7 penyakit ginjal yang memang di sokolah aku kebagian 7 penyakit ini.  sekian penjelasannya. semoga bermanfaat. ^^

    1. Batu ginjal
Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).
a)      Penyebab
Terbentuknya batu ginjal disebabkan oleh adanya pengurangan atau kurangnya volume pada urine atau kelebihan unsur senyawa yang membentuk batu dalam kandung kemih atau saluran urine. Batu ginjal mengandung susunan senyawa alami yang mengandung kalsium yang terdiri dari oxalate atau phosphate (fosfat) dan senyawa kimia lainnya yang mendukung pembentukan dari batu ginjal yang berada pada saluran kencing seperti asam urat (uric acid) dan amino acid cystine.
b)      Gejala
Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.
c)       Diagnosis
Batu yang tidak menimbulkan gejala, mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisis air kemih rutin (urinalisis). Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. Rontgen perut bisa menunjukkan adanyabatu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd.



Kamis, 31 Juli 2014

METAMORFOSIS DAN METAGENESIS


Metamorfosis dan Metagenesis pada  Makhluk Hidup
a.     Metamorfosis
Perubahan bentuk secara bertahap yang dialami hewan selama hidupnya disebut metamorfosis. Metamorfosis biasanya terjadi pada fase berbeda-beda, dimulai dari larva atau nimfa, kadang-kadang melewati fase pupa, dan berakhir sebagai imago dewasa. Ada dua macam metamorfosis utama pada serangga, hemimetabola dan holometabola. Sebelum dewasa, hewan tersebut melalui tahap larva atau nimva terlebih dahulu. Metamorfosis dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

1)     Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk hewan melalui fase telur, larva, pupa, atau kepompong, dan imago atau hewan dewasa. Hewan-hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, saat muda mempunyai bentuk berbeda dengan hewan dewasanya. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna: nyamuk, kupu-kupu, dan lalat.
2)   Metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk hewan tanpa fase pupa yaitu hanya melalui fase telur, nimfa(hewan muda), dan hewan dewasa. Bentuk hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna saat dewasa bentuknya tidak jauh berbeda dengan saat muda. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna: kecoa dan belalang.
Pada hewan bertulang belakang (Vertebrata), metamorfosis terjadi pada daur hidup katak. Lalat buah juga mengalami metamorfosis dalam hidupnya.

Rabu, 26 Maret 2014

JARINGAN PADA TUMBUHAN DAN FUNGSINYA



NO
NAMA JARINGAN
FUNGSI
1
meristem
membelah diri dng cara mitosis secara


terus-menerus

*m. Epikal
pertumbuhan pada ujung pokok batang


dan ujung akar

*m. Interkalar
pertumbuhan pada pangkal ruas batang

*m. Lateral
jaringan pertumbuhan yg terletak dng


permukaan organ
2
epidermis
melindungi jaringan dibawahnya


seperti:akar, batang, dan daun
3
parenkim
melakukan pembelahan baik secara


embrional maupun meristematik
4
penguat
memperkuat/meyokong tubuh tumbuhan


sehingga dapat berdiri tegak

*kolenkim
jaringan penguat terutama pada organ-


organ yang masih aktif mengadakan


pertumbuhan dan perkembangan

*slerenkim
jaringan penguat dengan dinding sekunder


yang tebal
5
pengangkut


*floem
mengangkut dan mengedarkan makanan


hasil fotosintesis

*xilem
mengangkut air dan zat-zat mineral(hara)


dari akar kedaun




Sabtu, 15 Maret 2014

MACAM-MACAM DARAH DAN TABEL


DARAH
Darah merupakan medium transportasi yang membawa zat kimia yang diperlukan tubuh atau yang akan dibuang keluar tubuh. Atau dapat disimpulkan bahwa darah adalah sebagai trasportasi untuk membawa hal-hal/zat kimia yang dperlukan tubuh, seperti oksigen, sari-sari makanan, dll. Darah manusia dalam tubuh dibagi menjad 2, yaitu:
1.      Plasma darah
plasma darah
Plasma darah merupakan komponen terbesar dalam darah, volumenya ±55% dari volume darah total. Fungsinya untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel, mengangkut sisa oksidasi makanan dalam sel ke tempat pembuangan, mengangkut hormon dan enzim, serta menghasilkan antibody(untuk kekebalan tubuh). Plasma darah terdiri dari 90% air dan 10% berupa senyawa atau zat yang larut dalam plasma darah.

2.    Sel-sel darah
a.     Sel-sel darah merah(eritrosit)
eritrosit
Ciri-ciri eritrosit:
v Berbentuk cakram bikonkaf dimana bagian tengah lebih tipis dibandingkan tepi (kebalikannya jajan ote-ote J)
v Tidak mempunyai nukleus(inti sel)
v Mengandung hemoglobin sehingga berwarna kuning kemerah-merahan.
Hemoglobin terdiri atas protein globin yang berkombinasi dengan heme. Homoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen dan karbondioksida.
Saat hemoglobin mengikat oksigen, hemoglobin berubah menjadi oksihemoglobin. Sedangkan saat hemoglobin mengikat karbondioksida, hemoglobin berubah menjadi karbohemoglobin.
b.    Sel darah putih(leukosit)
leukosit
Ciri-ciri leukosit:
v Tidak berwarna
v Bentuknya tidak tepat
v Dapat bergerak amoeboid(sepeti amoeba)
v Mempunya inti yang berbentuk bulat atau cekung
v Dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis
Leukosit dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
·        Granuosit(bergranula) yang terdiri atas neutrofil, basofil, dan eosinofil.
·        Agrunulosit(tidak bergranula) yang terdiri atas monosit dan limfosit.
Leukosit berperan sebagai  penghasi antibodi dan menghancurkan kuman-kuman atau benda-benda asing masuk ke dalam tubuh menggunakan plasma sel(fagusitosis).
c.     Keping darah(trombosit)
trombosit
Ciri-ciri trombosit:
v Tidak berinti
v Tidak berwarna(bening)
v Bentuknya tidak beraturan.
Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah.

BERIKUT TABEL PEMBAGIAN DARAH
plasma darah
fungsi: mengedarkan sari makanan
90% air
protein
eritrosit
mengandung hemoglobin
jumlah 5juta/mm3
umur: 120 hari
dibentuk di sum-sum tulang
bentuk: cakram bikonkaf
leukosit
jumlah 4000-11000/mm3
dibentuk di sum2 tlg, limpa, kelenjar getah bening
bentuk: tidak tetap
fungsi: mengasilkan antibodi
rombosit
jumlah 200.000-300.000/mm3
umur: 7-8 hari
dibentuk di sum-sum tlg belakang
bentuk tidak beraturan
fungsi: pembekuan darah